Mengeluh Vs Memberi tahu

Apa bedanya mengeluh (berkeluh kesah) dengan memberi tahu? Kata suamiku, 2 kata itu memiliki maksud yang berbeda. Tapi menurutku, sepertinya sama saja. Beda tipislah. Katanya, kalo mengeluh, biasanya orang menyampaikan sesuatu (cerita) sambil marah-marah, emosi, kecewa, pokoknya ekspresinya terkesan keruh dan berat, kayak bebaaaan banget. Tapi kalo memberi tahu, ekspresinya tenang, cool, istilahnya menyampaikan sesuatu dengan kepala dingin sekaligus berusaha mencari (baca: mendiskusikan) solusi atas apa yang dialaminya. Hmm.., masuk akal juga. Prakteknya, kebanyakan orang sulit untuk nggak mengeluh apapun barang sehari. Jangankan sehari, tiap jam kayaknya pasti adaaa.. aja kejadian yang bikin kita mengeluh.

Aku termasuk tipe manusia yang gampang banget kalo disuruh mengeluh. Penyebabnya macam-macam. Kadang kalo suami nggak ngerti kemauanku, ketika banyak kerjaan yang numpuk, antri bayar di kasir, nggak punya duit ..( ya iyalah… :) ), kata-kata keluhan nggak segan kulontarkan. Suamiku bahkan berkali-kali mengingatkan, “yang sabar..”. kalo udah gitu, aku baru nyadar kalo aku “nggak sabaran”. Urusan sabar menyabar, aku memang kalah dengan suamiku. Bukannya memuji atau apa. Tapi dari banyak kejadian, terlihat kalau manajemen emosi dia jauh lebih oke dibanding aku. Mungkin ini salah satu kelebihan dia yang mampu melengkapi kelemahanku. Suamiku pernah bilang, nurut salah satu hadis, ada 2 hal yang paling nggak disukai sama 4JJI, yaitu ekspresi seneng yang berlebihan ketika mendapat kebahagiaan (sampe lupa bersyukur) dan meratap ketika menerima musibah dan kesedihan. Nah.. ini yang sulit untuk nggak dilakukan.

Leave a Reply